Nekat Berujung Sesat | Part 6
Tiba-tiba salah satu penumpang itu mengeluar kan sebuah pisau,penumpang yang lain tetap diam selama penumpang itu menodong kan pisau nya,kebanyakan orang pasti berteriak bukan?,aku juga ingin berteriak tapi aku juga tidak ingin menimbul kan keributan dan memancing perhatian penumpang itu.
Perlahan tapi pasti pisau yang dipegang penumpang itu pun mulai menancap di tubuh para penumpang lain nya,aku hanya bisa melihat darah dimana mana,sampai akhir nya pisau itu berhenti di dada bina,tubuh ku terasa kaku untuk berteriak atau pun menghalau penumpang itu.
"Bin..bina sadar" ucap ku sangat kesulitan.tapi bina tetap diam persis seperti penumpang lain nya.darah bina mulai mengucur deras setelah pisau itu dikeluar kan dari dada bina.
Tiba lah pisau itu dihadapan ku,aku hanya bisa meronta ronta dihadapan penumpang itu bukan dia bukan penumpang tapi pembunuh.
sampai pada akhir nya aku berteriak dan terbangun.
"Woi kenapa ra"
"Bin kita harus keluar dari angkot ini" ucapku kepada bina dengan keringat dimana-mana
"Ehh nanti pulang nya gimana"
"Tenang nanti ayah gue yang.." ucapan ku terpotong kejadian itu benar benar terjadi ada seorang penumpang yang mengeluar kan sebuah pisau dari saku nya.
"Bina ayo keluar" teriak ku dan langsung menarik bina keluar beruntung kami duduk dipinggir pintu jadi kita bisa langsung keluar,tidak peduli angkot masih berjalan efek nya kami pun terjatuh membentur aspal.
"Kenapa sih ra,pake loncat loncat segala sakit tau" keluh bina
"Tau ga sih tadi ada yang ngeluarin pisau dan pada akhir nya kalau kita ga keluar kita bakal jadi mayat disana bin,mending cuma luka begini daripa kita mati" tutur ku pada bina,tapi tatapan bina seolah tak percaya dengan apa yang ku kata kan
"Terserah lo deh gue pusing"bina berlagak bodo amat.
Setelah ayah ku datang kita berdua pulang ke
rumah masing-masing
"tapi seperti nya bina agak kesal,tapi bodo amat demi kebaikan dia kok" pikir ku
Dua hari berlalu.
Hari ini hari senin dimana semua siswa akan berdiri dilapangan menghadap tiang bendera.
"I love you senin"teriak ku setelah aku bangun,aku sangat menyukai hari senin.karena semua hal baik di hidup ku terjadi pada hari senin,entah kebetulan atau taqdir khikhi.
Aku pun segera bersiap siap dan langsung berangkat ke sekolah.
Sesampai nya di sekolah rasa tidak enak pun menyelimuti ku.dan yak benar saat aku melangkah aku tiba tiba menabrak seseorang laki laki.
"Maaf" namun laki laki diam tak beregeming sambil memberikan tatapan tajam...

0 Response to "Nekat Berujung Sesat | Part 6"
Post a Comment