Akibat Suka Iseng | RealStory
ini cerita waktu aku masih kelas 8 di pesantren. dulu peraturan pondok kami tidak seketat sekarang,saat itu kami boleh masbuk sholat. kawan aku ngajak masbuk dan aku pun mau, karena imam shalat isyanya ustad yang suka baca ayat panjang-panjang.
kami pun izin dan tak kembali lagi ketika sholat sudah dimulai. kawanku katanya kebelet BAB jadi aku nunggu di depan wc. karena bosan nunggu aku iseng lihat ke arah pohon sawit di dekat wc itu, niatnya siapa tau aku lihat hantu.setelah cukup lama aku tidak ketemu apapun pas sekali waktu itu kawanku sudah selesai dari 'mabarnya'. akupun menceritakan pada si kawan kalau hantu itu gak ada terus kawanku ngomong.
"jangan gitu loo. nanti kalau anty betulan ketemu baru tau rasa"
"haha.. buktinya dari tadi ana iseng lihat pohon sawit yang katanya ada penunggu itu, gak ada apapun kok"
"ingat ya tun... di dunia ini anty hidup gak sendiri. anty di dunia anty, 'dia' ya di dunia 'dia'"
aku hanya menggelaki penuturan kawanku itu.
saat sampai di masjid kawanku masuk terlebih dulu, dan sekali lagi aku iseng noleh ke kelas yang berada di samping masjid. seketika itu juga aku diam mematung, mau bicara aja rasanya tertahan di ujung bibir.
kuntilanak bungkuk melintas di depan kelas diikuti bayangan hitam besar yang seaakan mengejek diriku yang pucat ketakutan. setelah mereka lewat barulah aku bisa melangkah memasuki masjid, saat sampai di masjid seorang kakak kelas menegurku.
"atun, anty kenapa pucat gini?"
aku tak segera menjawab aku merasa pusing dan langsung pingsan. aku demam 3 hari setelah ruqyah barulah badan ini rasanya ringan.
masih jelas diingatan ku ustad yang ruqyah aku ngomong gini.
"makanya atun.. kalau shalat itu ya shalat, jangan malah masbuk trus iseng iseng sama yang 'punya kawasan' kalau dia merasa terganggu ya dia bakalan ganggu kamu balik. jangan ulangin lagi ya??"
duh... saat itu rasanya aku malu banget sama kebodohan aku sendiri. sejak saat itu aku gak pernah iseng mau lihat yang 'punya kawasan' lagi.
Pengarang Cerita : Wardatun Najma Syarif
Facebook : Wardatun Najma Syarif

0 Response to "Akibat Suka Iseng | RealStory"
Post a Comment