-->

Gadis Desa | Hutan Rimba | Part 1 | Hari yang indah


Sebelum masuk ke cerita gw mau ngasih tau dulu kalo cerita ini toh merupakan cerita yang berhubungan dengan cerita gw yang pertama yaitu #HutanRimba, untuk lebih jelasnya kalian bisa ngebaca di akun ku ini penjelasanya.

SEKITAR 2 BULAN SEBELUM KEJADIAN DICERITA UTAMA.
Hari itu adalah hari yang indah dan damai bagi Laura karena ia bisa kembali berjalan-jalan ke kebun bunga matahari milik keluarganya setelah beberapa hari sebelumnya hujan melanda desanya dalam waktu yang cukup lama, meskipun tinggal ditempat yang tergolong terpencil bahkan mungkin tidak diketahui orang banyak itu tidak membuat Laura dan para remaja lainya tidak bisa membaca dan menulis apalagi semenjak mereka kedatangan 3 orang yang dengan senang hati mau mengajari orang-orang disana cara membaca dan menulis begitu juga dengan ilmu-ilmu lainya seperti berhitung dan lain sebagainya.

Seperti biasa setelah selesai jalan-jalan dikebun bunga matahari Laura selalu menyempatkan untuk singgah ke sungai yang tidak jauh dari sana untuk menikmati hembusan angin sepuy-sepuy didekat danau.
"Kaka!", teriak seorang anak laki-laki sambil menepuk pundaknya.

"Astaga Roben, kamu ini ya suka banget bikin kaka kaget"

"Hehehe maaf kak, oya ka ayah manggil kaka tu"

"Ada apa jadi manggil kaka?"

"Gak tau coba aja kaka temui ayahnya"

"Yaudah deh", mereka berdua pun berjalan pulang, sesampainya dirumah.

"Laura"

"Ada apa yah?"

"Kamu bisa pergi cari'in obat herbal diseberang danau?"

"Obat buat apa yah?"

"Tadi pak Anton datang trus ngelapur kalo anaknya tadi terluka dan minta obat herbal, tapi tadi pas ayah periksa persediaan obat kita ternyata sudah habis jadi ayah minta kamu buat ambil obat herbal seperti biasa"

"Ooohhh begitu, baiklah kalo begitu Laura pergi dulu ya", Laura pun berjalan pergi untuk mencari herbal ke seberang danau.

Sesampainya didanau.
"Kake Jami", panggil Laura kepada seorang laki-laki yang sudah cukup tua

"Eh Laura, ada yang bisa saya bantu"

"Gini kek saya mau minta antar ke seberang danau bisa"

"Oh bisa silahkan naik", Laura pun langsung naik dan diantar ke seberang danau. Setelah selesai mengumpulkan herbal yang dicari Laura pun langsung pergi kembali naik perahu, dan dari kejahan nampak sang adik yaitu Roben telah menunggu kedatanganya.
"Terimakasih ya kek sudah mau mengantarkan saya tadi", ucap Laura sambil tersenyum manis.

"Iya sama-sama nak Laura", balas kake itu sambil tersenyum ke arah Laura.

"Kaka kaka, kata ayah kaka langsung aja ke rumah pak Anton karna ayah sudah menunggu disana"

"Baiklah", mereka berdua pun berjalan ke rumah pak Anton.

Sesampainya di rumah pak Anton Laura pun langsung disambut oleh sang ayah yang mana merupakan satu-satunya dokter sekaligus kepala desa dikampung ini.
"Ini ayah", ucap Laura sambil menyerahkan herbal tadi.

"Terimakah Laura, oya tolong bantuin ayah ya karna lukanya lumayan parah"

"Baiklah"

"Oya Roben kamu tunggu diluar aja gak usah melihat ya"

"Baiklah yah"
Setelah semuanya beres pengobatan pun dimulai dimana ayahnya Laura yang bernama Yanto dibantu Laura langsung memulai pengobatan dimana ayahnya mulai memberikan ramuan penawar rasa sakit ke pasien dan mulai mencabut bambu berukuran sedang dari perut pasien yang spontan membuat darah mulai membasahi lantai, tapi Laura dengan sigap menahan luka itu agar pendarahanya berkurang, disusul kemudian ayahnya memberikan ramuan yang telah dioleh kebagian yang luka itu sampai menutup lukanya baru diperban oleh Laura.

Setelah semuanya selesai bapa Yanto beserta Laura pun pamit setelah memberikan beberapa ramuan agar mempercepat penyembuhan luka. Sesampainya dirumah tidak terasa hari telah beranjak sore dan terlihat didepan rumah ibu Laura telah menyambut kedatangan mereka, mereka pun langsung membersihkan diri dan memakan makanan yang telah di siap kan oleh ibu Laura yang bernama Sarah. Setelah makan Laura pun pergi ke kamarnya yang berada di lantai 2 dan langsung berbaring disebuah ranjang sederhana yang terbuat dari kayu dan juga kapuk yang telah dimasukkan kedalam sebuah kain sehingga bisa dipakai untuk tidur...

Baca Part 2 disini

Pengarang Cerita : Altaïr Ibn La-Ahad
Facebook : Altaïr Ibn La-Ahad

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Gadis Desa | Hutan Rimba | Part 1 | Hari yang indah"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

;