-->

Nekat Berujung Sesat | Part 1


"Ra sini deh" ucap bina melambaikan tangan nya kearah ku.

"Kenapa bin".

"I..t..u itu siapa?"tunjuk bina kearah semak belukar.

"Ehh mana?" tanya ku penasaran,yak aku sangat penasaran sebab selama ini tidak ada yang membuat bina gemetaran kecuali ayah nya.

Tiba tiba ada yang menyentuh pundaku dan bina,reflek kita melihat kebelakang,ada sebuah sosok tinggi besar,hitam,sangat menyeramkan.

"Aaaa....hh" aku yang baru bangun sontak terkejut,keringat dingin yang membasahi tubuh ku.

"Teryata itu hanya mimpi,tapi kenapa tiga hari ini selalu bermimpi sama" setelah bergulat dengan batin cukup lama,tiba tiba suara bunda menyadar kan ku.

"Raa bangun,sekolah" .

"Iyah bun" hanya jawaban singkat yang ku berikan.aku malas berbicara karena mimpi itu.

"Ra sarapan dulu lah".

"Nanti ajah bun,rara berangkat dulu".

"Yaudah, tapi nanti sarapan yah disekolah,hati-hati naik motor nya jangan ngebut".

"Iyah bun".

Yang ada di pikiran ku sekarang hanya lah ingin cerita semua mimpi ku pada sabina.

Sesampai nya disekolah aku memarkirkan motor ku di sebelah pohon biar adem hihihi.

"Aeera putri pramataaa" suara yang hampir kudengar tiap pagi,yap itu sabina.

"Sabina aku mau cerita nih".

"Apa?Jangan bilang mimpi itu lagi yahh" tebak bina .

"Loh kok tau".

"Ya tau lah,eh kata nya tukang kebun sekolah kita meninggal loh,kata nya gara-gara serangan jantung pas kemarin sore" ucap nya panjang lebar.

"Oh" aku hanya berOh ria.

"Mau liat lokasi kejadian gaa?" ajak nya.

"Ehh ga mau ah serem".

"Ehh ayo lah masa gitu ajh takut,rara payah" ucap nya meremeh kan ku.

"Okee ayo" walau pun sebenar nya takut aku juga penasaran jadi aku hanya mengandal kan ke nekatan ku.

Sesampai nya di halaman belakang sekolah kami disambut dengan alang alang dan rumput liar.

"Owh jadi ini lokasi nya,gak serem tuh" aku hanya berfikir positif.

"Binaa.." aku penasaran kenapa bina tidak menjawab ku

"Binaa" ucap ku lirih

"Aeeraa awas!!!"

Sontak aku melihat kebelakang dan greb...
Semua nya gelap.

Baca Part 2 disini

Pengarang Cerita : Hasna Tri Arfiyanti
Facebook : Hasna Tri Arfiyanti

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Nekat Berujung Sesat | Part 1"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

;