Haunt
Disatu sisi, diriku melihatmu sebagai sesuatu yang melengkapi kekosonganku, namun disisi lain, kau hanya melihatku sebagai sesuatu yang hanya membayangimu dari belakang, aku bayangan, aku yang selalu ada denganmu tanpa sekalipun atau sedikitpun kau hiraukan, aku...
11 november 2007
Hai, namaku..
Hmm.. Aku fikir namaku tidaklah penting, tapi kau bisa memanggilku anna.
Mungkin yang kutulis saat ini adalah cerita singkat sebelum esok fajar tiba, ya, mungkin sebelum penulis yang kalian baru kenal ini sudah tiada.
Namaku Anna, aku adalah mahasiswa dari florida univeristy, aku berumur 19 tahun, hal yang paling kusukai? Joe, yup, mungkin kau tau dia adalah pria idaman diseluruh kalangan wanita di kampus ku.
Aku mempunyai sahabat bernama Tom, dia adalah sahabatku sejak kecil, aku selalu bersama nya setiap waktu, mungkin tak jarang orang sekitar menganggap kami sebagai sepasang kekasih, haha, kau tau? diriku sama sekali tidak memikirkan pendapat orang lain tentang kami.
Suatu hari, hujan deras sedang melanda kota florida saat itu, biasanya aku berangkat kuliah dengan menaiki sepeda kesayanganku tentunya bersama sahabatku tom, namun hari ini sangat membuatku jengkel, aku terpaksa harus menggunakan jas hujan namun hujan deras tetap membuat tas ku basah, tapi tom dengan baik nya meminjamkan jas hujan nya padaku, kau tau aku tak tega dengan nya.
"Sudahlah tom jangan bersikap seperti itu padaku." ucapku padanya.
Perjalanan ke kampus lumayan jauh, dijalan kami tak sengaja bertemu dengan henry, dia juga salah satu temanku dan tom saat kami masih duduk di bangku SMA.
Singkat cerita kami pun berangkat bersama, saat itu, henry menatapku dengan senyumannya, aku tak tahu apa alasannya, namun hati ku berkata ada sesuatu yang tidak beres.
Diperjalanan tiba tiba pohon besar hampir menimpaku, namun tom menarikku saat itu, aku tak tahu, mungkin kalau dia tak menarikku saat itu, aku sudah tewas saat itu juga, tentulah sangat tidak sebanding dengan jas hujan ku yang robek karena pohon itu.
"sialan!" gertakku dengan marah saat itu.
Sesampainya di kampus aku dan tom berpisah dari henry, karna dia berbeda jurusan dengan kami.
Hari itu nampak membosankan, 3 mata kuliah yang telah aku lalui hari ini, cuaca saat itu masih mendung, aku masih merasa kesal dengan kejadian pohon tumbang tadi.
Akupun tak bisa pulang karna jas hujanku yang robek karena kejadian tadi, tom sahabatku seperti biasa tetap menemaniku saat itu. Tadi ia bilang ingin pergi ke toilet katanya, aku pun ya terpaksa menunggu dikelas sendirian. Tak lama kemudian handphone punyaku berdering, kulihat tak ada nama tertera, mungkin dari kakak ku yang bekerja di luar kota fikirku saat itu.
Aku pun menghiraukan nya, ya.. seperti biasa nya mungkin kakak ku hanya memberi tahu kalau dia sudah transfer uang bulanan untuk di rumah.
1 jam berlalu.. terasa sangat lama aku rasakan..
Namun tom tak kunjung kembali, aku fikir aku tau penyebabnya, mungkin dia sedang diganggu henry, dia memang orang yang menganggu sejak dulu.
Tom pernah bercerita padaku bahwa ia pernah mengalami beberapa gangguan dari henry.
"Dasar orang itu, aku harus memperingatkan nya sekarang!" ucapku dengan kesal.
Aku pun mencoba untuk mengcari tom ke toilet, ya meskipun rasanya tidak etis, tapi tetap ini keadaan yang mendesak.
Saat aku tiba toilet.. Aku..
Kulihat 2 sosok mayat tergeletak disana, itu..
Joe dan Henry..
Disana.. Ada tom yang sedang memegang sebilah pisau daging berlumuran darah..
"Uhm.. Hai anna.. Maaf apa aku membuatmu menunggu?"
"Maaf anna, henry bilang padaku kalau dia menyukaimu, dan dia bilang akan menyatakannya padamu malam ini."
"Uhm.. Anna.. Mereka sangat mengganggu.."
"Aku.. Aku tak ingin mereka merebutmu dariku.."
"Haha.. Annaku.. Sekarang hanya kau dan aku, tetaplah bersamaku.. Selamanya.."
"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.."
Sontak aku berlari ketakutan saat itu, aku berlari dengan rasa cemas, takut, untuk pertama kalinya, aku takut dengan seseorang yang selama ini bersamaku.
"Tolonggggg!!!" Teriakku meminta tolong, berharap ada yang membantuku, namun nihil, semua orang di kampus telah pulang saat itu.
Aku pun masih berlari, aku berlari menuju pos security kampus, berharap pak james bisa menolongku.
Namun.. Kulihat mayatnya tergantung dengan seutas tali tambang mencekik lehernya.
Berlari, berlari dan terus berlari, hanya itu yang dapat kulakukan, kudapati gerbang yang terkunci rapat, tak ada jalan keluar.
Sampai akhirnya kudapati tom didepanku..
"kenapa.. Anna?" tanya sesosok yang berada dihadapanku itu.
Kau tau? Aku tak bisa berkata apapun lagi saat itu..
mungkin.. ini semua memang salahku..
Dia adalah sosok yang selalu bersamaku..
Namun aku selalu saja menjadikannya bayangan dalam hidupku, dia.. tak pernah kuanggap ada..
"Kalau aku tak bisa, tak ada seorangpun yang bisa memilikimu.. Anna.."
Sebilah pisau yang tom pegang pun kudapati menusuk perutku.. Membuatku tergeletak saat itu..
Akupun melihat tom yang saat itu juga menyayat leher nya sendiri dihadapanku, lalu setelah itu, akupun tak sadarkan diri.
Hujan hari itu.. Seakan berbicara..
Tentang bagaimana kesedihannya selama ini..
Kekosongannya selama ini..
Hujan.. Saat itu telah menghapus bayanganku..
Entahlah.. Aku.. Merasa sangat sedih..
End.
Pengarang Cerita : Fake Smiley
Facebook : Sal

0 Response to "Haunt"
Post a Comment