-->

Gadis Desa | Hutan Rimba | Part 5 | Kematian


Sudah 8 hari sejak kepergian para warga itu namun tidak ada kabar apakah mereka baik-baik saja. Laura yang merasa bosan dengan kondisi kampungnya saat ini memutuskan untuk pergi ke kebun bunga matahari keluarga.
"Kaka-kaka, kaka mau kenapa?" tanya Roben saat Laura akan pergi.

"Kaka mau ke kebun bunga matahari keluarga kita, memangnya kenapa kamu mau ikut?"

"Mau donk, boleh kan ka"

"Boleh-boleh saja," jawab Laura, mereka pun pergi ke kebun bunga itu yang letaknya tidak terlalu jauh dari kampung mereka. Sesampainya disana mereka pun menghibur diri dengan bercanda satu sama lain di kebun bunga itu, namun mereka tidak menyadari bahwa ada yang tengah mengawasi mereka dari dalam hutan.

Setalah cukup lelah bermain-main diluar mereka pun memutuskan untuk masuk ke dalam gubuk yang ada ditangah-tengah kebun itu untuk beristirahat sebentar lalu kemudian kembali bermain-main didalam gubuk itu. Namun sayang mereka tidak menyadari kedatangan orang-orang asing ke kebun itu dengan membawa bahan bakar dan juga api, mereka pun mengepung gubuk itu sambil menyiramkan bahan bakar itu. Laura yang saat itu merasakan adanya bau bahan bakar pun mencoba mengecek sekitar bangunan gubuk itu, namun saat dia berjalan untuk memeriksa sumber bau itu orang-orang diluar telah menyalakan api untuk membakar gubuk itu. Spontan Laura dan Roben pun berusaha untuk berlari keluar namun pintu keluar mereka telah dihalangi dengan kayu oleh orang asing itu sehingga membuat mereka semakin panik.

Dalam kepanikan itu Laura melihat jalan keluar dilantai 2.
"Roben cepat naik ke atas sana," perintah Laura sambil menunjuk sebuah jendela di lantai 2.

"Tapi kaka bagaimana?"

"Kamu naik aja duluan nanti kaka nyusul kok," ucap Laura untuk meyakinkan Roben, Roben langsung naik ke atas. "Lombat dari jendela itu Roben!" perintah Laura sambil menaiki tangga menyusul Roben namun api semakin besar dan membesar dan menjalar ke atas.
"Apa yang kamu tunggu Roben," tanya Laura saat melihat adiknya belum juga melompat.

"Aku takut kaka," ucap Roben dengan wajah yang pucat, dengan spontan Laura pun menghampiri adiknya itu.

"Dengerin kaka kamu mesti lompat ini satu-satunya cara agar bisa selamat"

"Tapi ..." belum sempat Roben menyelesaikan ucapannya Laura sudah langsung mendorong sang adik sampai akhirnya dia jatuh ke luar, namun saat Laura akan melompat lantai yang ia pijak terlanjur roboh karena terbakar api sehingga membuat dia terjatuh ke bawah.

Roben yang panik karena sang kaka tidak kunjung keluar berusaha mencari jalan untuk menolong sang kaka namun ternyata orang-orang asing itu masih berada disekitar situ, saat melihat ada yang masih hidup mereka langsung menangkap dan membawa Roben pergi agar tidak ada saksi mata. Sementara itu Laura yang sudah semakin sulit untuk bernapas akhirnya hanya bisa pasrah, "Semoga kamu baik-baik saja Roben," ucap Laura sambil meneteskan air mata. Para warga kampung yang melihat adanya asap hitam menggebul-gebul langsung berlari untuk mengecek apa yang terjadi dipimpim pak Yanto.

Sesampainya disana semuanya sudah terlanjur rata dengan api yang masih sedikit menyala-nyala, pak Yanto pun langsung menyuruh para warganya untuk mengambil air didekat kebun untuk benar-benar memadamkan api. Setelah semuanya selesai salah seorang warga tanpa sengaja menemukkan mayat seorang wanita dengan wajah yang telah rusak, orang itu langsung melaporkan temuanya ke pak Yanto dan saat pak Yanto memeriksa mayat itu beliau langsung menangis karena beliau tau bahwa yang ada dihadapan beliau itu adalah anak beliau yaitu Laura karena ditangan kanannya terdapat sebuah gelang berwarna merah, Sarah yang tau kalo yang meninggal itu adalah anaknya langsung pingsan ditempat.

Pak Yanto pun langsung menyuruh warga yang perempuan untuk membawa sang istri yang telah pingsan ke rumah sementara pak Yanto dan warga yang laki-laki membawa tubuh sang anak yang telah terbujur kaku itu untuk siap-siap dikuburkan. Sabelum pergi pak Yanto sempat bertanya kepada para warga.
"Apa ada mayat lagi yang kalian temukan?" tanya pak Yanto.

"Tidak ada pak hanya itu yang kami temukan disini," ucap salah seorang warga, mendengar hal itu pak Yanto pun langsung memimpin para warga untuk ke kampung meskipun hatinya sangat khawatir dengan Roben, namun ia harus menahan itu dulu karena harus mengurus Laura dulu, disisi lain sosok yang dari tadi mengawasi Laura dan Roben masih terus mengawasi Laura yang telah terbujur kaku dibawa oleh ayahnya...

Baca Part 6 disini

Pengarang Cerita : Altaïr Ibn La-Ahad
Facebook : Altaïr Ibn La-Ahad

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Gadis Desa | Hutan Rimba | Part 5 | Kematian"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

;