-->

Gadis Desa | Hutan Rimba | Part 4 | Bukti Yang Menipu


Sesampainya dirumah mereka bertiga itu Laura pun langsung memanggil mereka dan menyerahkan herbal itu untuk Nurul. Dalam perjalanan pulangnya tiba-tiba orang dikampung ini dihebohkan dengan kabar bahwa anak yang meninggal gara-gara tenggalam itu katanya berhasil dihidupkan oleh orang asing yang datang kepada mereka malam tadi, namun hanya sebagian saja dari mereka yang mau percaya tentang kabar itu termasuk dengan Laura yang masih tetap teguh pendiriannya agar tidak percaya dengan orang asing itu.

Malam pun berselang dan desa tempat Laura tinggal kembali heboh dengan kedatangan anak yang meninggal itu bersama keluarganya dan juga orang asing itu yang tidak lain adalah Marselu, Laura pun langsung mengintip dari kamarnya itu untuk mengetahui apa yang terjadi.
"Bagaimana apa kalian masih menganggapku sebagai pembohong?" tanya dokter itu dengan penuh semangat kepada para warga yang sangat takjub dengan apa yang mereka lihat, "Ini adalah bukti tentang ajaran yang ku ceritakan pada kalian semalam, kalo kalian mau bergabung dengan ku maka kalian bisa hidup dengan bahagia, abadi, dan tidak usah takut tentang masalah dosa lagi, jadi sekarang siapa yang mau bergabung dengan ku?" ucapnya lagi dengan penuh semangat dan diiringi dengan banyaknya para warga yang mengakat tangan mereka dan hanya sebagian yang tidak termasuk 3 sahabat Laura itu, "Kalo begitu sekarang kalian semua berkemaslah kita akan berangkat malam ini bersama rombongan dari kampung tetangga untuk upacara penerimaan anggota baru," seru dokter itu dengan penuh semangat, para warga yang mengangkat tangan itu pun langsung pulang untuk bersiap-siap untuk pergi. Ayah Laura yang saat itu juga berada diluar tidak berani berbuat apa-apa karena tidak ingin membuat masalah bertambah besar meskipun hatinya sangat tidak ingin para warganya pergi bersama orang asing itu.

Malam itu untuk pertama kalinya desa tempat tinggal Laura berubah menjadi layaknya kuburan saking sepinya dan sedikitnya para warga yang masih memilih untuk tidak percaya dengan orang asing itu, sementara itu Laura tanpa sengaja melihat ayahnya yaitu pak Yanto terlihat sedang menulis sesuatu dibuku catatan peribadinya diruang tamu.
"Ayah" panggil Laura.

"Iya ada apa sayang?" jawab pak Yanto sambil menutup buku itu.

"Semuanya akan baik-baik saja kan?"

"Kamu gak usah khawatir, kamu cukup yakin aja semuanya akan baik-baik saja ya"

"Baiklah"

"Sudahlah kamu istirahat aja dikamar gak usah terlalu memikirkan kejadian diluar tadi"

"Baiklah" jawab Laura sambil berjalan naik ke kamarnya.

Pagi pun berselang dan seperti biasa Laura pergi ke sungai untuk mandi semuanya masih sama hanya saja kondisi kampungnya yang sudah total berbeda dimana hanya beberapa orang saja yang masih tetap tinggal dikampung. Setelah selesai mandi seperti biasa Laura mampir ke rumah teman-temannya itu untuk mengecek kondisi mereka, sesampainya disana Laura langsung disuruh masuk namun saat dia masuk dia agak kaget.
"Loh kok kalian semua lengkap ada disini, bukannya biasanya salah satu dari kalian pergi buat ngejar anak-anak ya?"

"Udah gak ada siapa-siapa lagi yang bisa kami ajar ra" jawab Tati.

"Loh kenapa bisa begitu"

"Mereka sudah banyak yang dibawa orang tuanya untuk ikut sama orang asing itu"

"Kampung yang lain juga begitu?"
.
"Yaa bisa dibilang begitu, hampir semua anak-anak dikampung tetangga itu dibawa orang tuanya buat ikut orang asing itu" jawab Ayu.

"Oohh jadi begitu ya, oya bagaimana kondisi kamu sekarang nur?"

"Udah lebih mendingan ku ra, makasih banyak buat obat herbalnya"

"Iya sama-sama" jawab Laura. Laura pun memutuskan untuk santai dan ngobrol sama sahabat-sahabatnya itu saat itu baru pulang ke rumah, karena mereka jarang bisa terkumpul semuanya sekaligus seperti saat ini.

Baca Part 5 disini

Pengarang Cerita : Altaïr Ibn La-Ahad
Facebook : Altaïr Ibn La-Ahad

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Gadis Desa | Hutan Rimba | Part 4 | Bukti Yang Menipu"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

;