Gadis Desa | Hutan Rimba | Part 3 | Kehebohan.
Tidak terasa malam mulai berselang namun tidak seperti biasanya, karena kondisi diluar cukup ramai seperti ada sesuatu yang terjadi. Laura pun memutuskan untuk mengintai apa yang terjadi diluar melalui kamarnya dan saat itulah nampak seorang laki-laki sedang dikerumuni oleh orang-orang kampung.
"Ikutilah kami maka kebahagiaan akan selalu bersama kalian", seru orang asing itu kepada para warga.
"Jangan asal ngomong kamu, kamu ini orang asing sudah sok-sok'an bicara menjamin kebahagiaan kami memangnya kamu itu siapa hah", jawab salah seorang warga.
"Saya adalah utusan orang yang bisa membuat kalian bahagia asal kalian mau mengikuti ajaran yang kami bawa", namun tiba-tiba ayah Laura yaitu pak Yanto keluar dari rumah.
"Untuk para warga saya minta kalian buat pulang ke rumah kalian masing-masing, biar saya yang bicara dengan orang ini", perintah pak Yanto dan para warga pun pulang ke rumah mereka masing-masing, dan setelah semuanya bubar pak Yanto nampak terlihat berbicara dengan orang asing itu namun tidak bisa didengar Laura, tidak lama kemudian pak Yanto nampak menyuruh orang itu untuk pergi dan orang itu pun pergi dari kampung.
Pagi harinya kemudian setelah Laura mandi disungai Laura memutuskan untuk mampir ke tempat 3 gadis pengajar itu untuk bertanya tentang kejadian malam tadi karena pada malam itu mereka ber-3 nampak juga ikut berkumpul ditengah kampung. Sesampainya dirumah pengajar itu Laura langsung disambut oleh Tati dan langsung menyuruhnya masuk, Laura pun bertanya tentang kejadian malam tadi kepada Tati.
"Oohh yang malam tadi itu ya, kalo gak salah nama orang asing itu Marselu Himenes", ucap Tati.
"Apa tujuan dia datang malam tadi?", tanya Laura.
"Dia bilang sih mau menawarkan kebahagiaan kepada orang-orang kampung ini dengan syarat mau mengikuti ajaran yang dia bawa"
"Ajaran yang dia bawa?"
"Iya katanya sih begitu, tapi aku sama Ayu ama si Nurul gak percaya sih sama orang itu"
.
"Kenapa kalian bisa gak percaya?"
"Dari matanya dan juga raut wajahnya pas dia bicara malam tadi itu udah nampak kalo apa dia bilan itu gak banar atau setidaknya dia punya tujuan lain selain yang dia sampaikan malam jadi"
"Oohh jadi begitu, yaudah kalo begitu aku pamit dulu ya"
"Eh udah mau pulang nih"
"Iya aku mau pulang dulu nih"
"Yaudah hati-hati ya"
"Iya...". Laura pun berjalan pulang meninggalkan rumah ke-3 pengajar itu.
Saat dijalan Laura tidak sengaja mendengar pembicaraan orang-orang kampung tentang seorang laki-laki bernama Marselo Himenes yang berhasil menyembuhkan anak dikampung sebelah hanya dalam hitungan menit, padahal menurut khabar yang beredar anak itu sudah sekitar 3 tahun lumpuh dan pada saat itu juga semua ahli pengobatan dikampung sudah berusaha mengobatinya namun tidak membuahkan hasil, Laura yang mendengar pembicaraan itu masih berusaha untuk tidak percaya karena orang itu tetaplah orang asing dan teman-temanya tadi sudah mengatakan bahwa orang itu hanyalah seorang pembohong.
Sesampainya dirumah Laura sedikit agak kaget karena ternyata dirumahnya telah ada beberapa orang yang sedang menangis meratapi sebuah tubuh seorang anak kecil yang nampaknya sudah tidak bernyawa, tidak berselang lama orang-orang itu pamit pergi membawa anak kecil itu dan setelah mereka semua pergi Laura pun bertanya kepada sang ayah dan ternyata benar mereka tadi sedang menangisi anak kecil yang sudah tidak bernyawa lagi, dan menurut cerita keluarganya tadi anak kecil itu jatuh dan sempat tenggelam disungai yang biasa digunakan orang-orang untuk mandi. Laura pun ikut berduka atas kejadian itu.
Hari mulai semakin tinggi Laura pun pergi untuk mengantarkan beberapa obat herbal ke rumah pengajar itu karena sebelum Laura pulang tadi Tati sempat memintanya untuk membawakan herbal itu untuk Nurul. Dalam perjalanan Laura kembali tidak sengaja mendengar obrolan orang kampung yang isinya tentang orang asing itu katanya berhasil menghidupkan anak yang tadi meninggal kerena tenggelam disungai dan khabar itu langsung membuat orang yang mendengarnya heboh dan penasaran tentang kebenaran habar itu termasuk juga dengan Laura yang berjalan pelan supaya bisa mendengarkan cerita mereka itu...
Baca Part 4 disini
Pengarang Cerita : Altaïr Ibn La-Ahad
Facebook : Altaïr Ibn La-Ahad

0 Response to "Gadis Desa | Hutan Rimba | Part 3 | Kehebohan."
Post a Comment