-->

Gadis Desa | Hutan Rimba | Part 2 | Munculnya Kelompok Asing


Tidak terasa matahari pun mulai memancarkan cahayanya dan mulai menerangi bumi kembali. Laura pun terbangun dari tidurnya dan berjalan turun ke bawah, saat akan menuju tempat pemandian disungai Laura tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu, Laura pun menaruh peralatan mandinya dan membukakan pintu.
"Permisi apa benar ini rumah Yanto", tanya orang berbaju putih itu.

"Iya benar, anda siapa ya?"

"Nama saya Hendri, saya temannya pak Yanto saat dirumah sakit", tidak lama kemudian.

"Laura siapa itu", tanya pak Yanto.

"Oh ini ya ada teman ayah"

"Siapa?", tanya pak Yanto, Laura pun membuka pintu lebih lebar dan dengan spontan pak Yanto langsung berlari dan memeluk orang itu, "Astaga Hendri, kenapa gak ngabarin kalo kamu bakalan ke sini, ayo masuk kedalam", ucap pak Yanto sambil mempersilahkan pak Hendri masuk kedalam rumah. Melihat hal itu Laura pun memutuskan untuk pergi ke tempat pemandian.

Setelah selesai mandi Laura pun langsung berjalan pulang, dalam perjalanan pulangnya Laura bertemu dengan Ayu salah seorang anggota pengajar suka rela yang ada dikampungnya.
"Laura", panggil Ayu.

"Eh Ayu ada apa?"

"Boleh minta tolong gak"

"Tolong apa?"

"Dirumah kamu masih ada obat herbal gak, teman kami Nurul tadi terluka ditanganya"

"Oh begitu, ada kok ayo ikut aku ke rumah sekalian aku mau naruh barang-barang ku nih"

"Oke", mereka berdua pun berjalan ke rumah Laura, dan sesampainya dirumah Laura masuk lewat pintu belakang karena tidak mau mengganggu tamu ayah dan langsung mengambilkan beberapa herbal dan membawanya bersama Ayu untuk mengobati temannya

Sesampainya ditempat tujuan mereka langsung membuat obat untuk mengobati luka ditangan Nurul dan langsung mengobatinya.
"Nah sudah selesai, kalo ada apa apa bilang aja ya"

"Makasih Laura kamu udah mau ngobatin tangan aku"

"Iya sama-sama", tidak lama kemudian datang lagi seorang perempuan yang juga menjadi pengajar suka rela dikampung itu.

"Eh Laura ada apa kabar nih"

"Aku baik-baik saja Ti"

"Ada apa tuh si Nurul", tanya Tati.

"Tangan terluka tadi gara-gara ngambil barang diloteng", jawab Ayu.

"Astaga Nurul Nurul, kan tadi udah aku bilang biar aku aja yang ngeberesin loteng kan kamu udah tau kan di loteng itu ada beberapa benda tajam"

"Iya maaf, aku cuma kasihan aja masa baru pulang ngajar udah langsung beres-beres"

"Iya deh aku maafin, oya Laura tadi pas aku pulang ngajar anak-anak ada sekelompok orang asing sekitaran sini kamu tau gak itu siapa?"

"Hah masa sih, berapa orang?"

"Cukup banyak sih tadi"

"Siapa ya, teman temanya ayahku kayanya gak munkin deh", Laura pun langsung berdiri, "Biar aku nanya ayah ku dulu kali aja ayah ku tau sesuatu, oya kalo perlu apa-apa datang aja lagi ke rumah ya"

"Oke", Laura pun langsung berjalan pulang.

Dalam perjalanan pulang Laura merasa bahwa ada yang aneh, dimana seperti ada yang mengikutinya namun dia berusaha untuk tidak terlalu memikirkan itu. Sesampainya dirumah Laura langsung bertanya tentang orang-orang asing yang tadi dilihat Tati.
"Orang asing?"

"Iya tadi si Tati bilang begitu, apa ayah tau kira-kira siapa orang yang dimaksud Tati itu?"

"Ayah gak tau, udah Laura kamu gak usah terlalu mikirin hal itu, nanti biar ayah yang cari tau"

"Baiklah ayah", Laura pun berjalan menuju kamarnya dan langsung berbaring dipembaringan, namun pikiranya tidak bisa tenang karena dia merasah masih diawasi.

Matahari pun semangkin meninggi sampai sejajar bayangan. Laura pun bangun dari pembaringannya dan duduk dikuris kamarnya dan mengarahkan kursi itu ke hadapan jendela kamarnya, saat sedang melihat-lihat pemandangan desa dari kamarnya tiba-tiba matanya tertuju pada satu sudut bangunan dimana disitu dia melihat seorang laki-laki asing sedang berdiri dipojok bangunan itu sambil memperhatikan sekiranya seolah-olah sedang mengawasi sesuatu, Laura yang melihat hal itu langsung bersembunyi dan melihat orang itu secar diam-diam dan tidak lama kemudia muncul 2 orang asing lagi seakan menjemput orang tadi dan mereka pun berjalan pergi meninggalkan kampung itu. "Siapa sebenarnya mereka?", gumam Laura dalam hatinya.

Baca Part 3 disini

Pengarang Cerita : Altaïr Ibn La-Ahad
Facebook : Altaïr Ibn La-Ahad

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Gadis Desa | Hutan Rimba | Part 2 | Munculnya Kelompok Asing"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

;