Dramarama | Part 2 | Mimpi
Ku tutup mataku dan ku lelapkan pikiranku.
Perlahan, obat berjalan dengan baik. Aku bisa bermimpi malam ini.
Sekilas aku berpindah ke ruangan berwarna putih, aku duduk di kursi, bolpoint di sela-sela jariku dan buku merah diatas meja. Dimana aku?.
Tklik.. tklik... tklik.. suara perpaduan dari heel dengan lantai. Ku lihat wanita bergaun putih, rambut terrain panjang menghampiriku.
Aku terus memandangnya, tak sadar ia sudah didepanku.
"S-siapa k-kamu?"tanyaku sedikit gugup, was-was, takut, bercampur jadi satu.
"Aku Lala, seseorang yang ada dalam cerita buatanmu", ucapnya tersenyum sinis.
"B-bagaimana m-mungkin?"tanyaku semakin takut.
"Lanjutkan ceritamu, aku menunggunya", ucapnya tersenyum dan berbalik pergi.
Aku terus melihatnya hingga samar-samar menghilang. Ku buka lembaran buku merah milikku, kubaca ulang setiap ceritanya. Lala? Tokoh utama di ceritaku.
"Hahaha,selesaikan cerita mu!" Suara terdengar sangat menakutkan.
Aku menutup buku merahku. Apa yang terjadi padaku? Craaaat.... craaaat... craaat..
Aku menengok ke kanan dan kiri, ruangan ini penuh dengan cipratan darah. Aku yang melihat darah sontak berteriak histeris.
"Aaaaaaaaaaargh...." teriakku, dengan nafas berat, hingga akhirnya aku bisa bangun.
Huhhh huhhh huhh, aku tidak bisa mengatur napasku, jantungku berdetak kencang. Tubuhku dipenuhi keringat dingin.
"Huft, hanya mimpi, pasti aku lupa berdoa"ucapku, mengambil Air minum di sebelah kananku.
Kulirik jam menunjukkan 06.23, aku langsung beranjak dari ranjangku membereskan kamarku. Setelahnya aku membersihkan diri dan bersiap-siap untuk berangkat ke kampus.
Seperti biasa aku menunggu seseorang menjemputku. Viko namanya, tapi kupanggil V.
Karna huruf "V" itu spesial wkwkwk.
Aku keluar dari kost-ku,tak lupa mengunci pintunya. Aku berjalan melewati lorong, ada hal mengganjal tapi tak kuhiraukan. Seseorang mengikuti langkah kaki ku. Aku mempercepat langkahku tanpa melihat ke belakang. Dan aku berhasil keluar dari lorong berjalan menuju gerbang.
Ku lihat lelaki diatas motor beat Yang terparkir di depan gerbang sedang memainkan jemarinya di atas layar ponselnya. Aku Berjalan menghampirinya.
"Hay, sayang! Maaf lama nunggunya ya?"tanyaku sambil tersipu Malu melihat senyumnya. Ya Tuhan dia tidak jauh berbeda dengan Kim taehyung, tapatnya kembarannya wkwkwk. Apaan sih nghalu mulu.
"Buruan gih naik", ucapnya sambil menunjukan senyum super yang bisa buat cewe meleleh.
Aku pun naik, dan V langsung tarik gas motornya. Sederhana, pergi ke kampus cuma pake motor, gak kayak mereka yang pake mobile mewah. Tapi V adalah alasan digandrungi banyak cewe. Dan Juga denganku, banyak cowo yang sangat menginginkanku. Bukan hanya fisik tapi kepintaranku dan V juga menjadi daya tarik mereka.
Sampai di kampus, V memparkirkan motornya. Kami berjalan bersama menuju koridor-koridor. Diperjalanan banyak cewe-cewe minta foto bareng V yang membuatku kesal, hampir setiap hari mereka begitu.
"Kak Angel tolong foto ini dong", pinta cewe entah semester berapa, menodongkan ponselnya.
"Hah?", aku mengernyitkan dahiku dan membuka sedikit mulutku.
"Ayolah kak, cepetan", pintanya sambil melompat-lompat kecil.
Dia tidak sendiri tapi bersama teman-teman lainnya. Bodohnya,kenapa V hanya diam, kenapa dia tidak memberontak atau lari dari tangan-tangan cewe ini.
"Ok, baiklah.... satu, dua, tiga" aku mengambil ponselnya. Dan mulai memfoto mereka, banyak pose yang mereka gunakan. Sungguh ini sangat Alay!.
"Kak V, aku boleh nyium kakak nggak?"ucap salah satu cewe.
"Eh?"jawab V sangat lugu dan kebingungan.
Wait, pertanyaan macam apa itu?tidak tau kah disini ada monster yang sedang menahan emosinya. Sungguh! Ini sangat menjengkelkan. Ku kembalikan ponselnya dan menarik V dari tangan-tangan cewe ini. Aku langsung berlari menghindari kejaran anak-anak tengil ini, sembari menarik tangan V. Yang masih kuingat ucapan V adalah "Menjadi tampan itu berat".
* * *
Jam menunjukkan 16.08, aku langsung membereskan kertas dan buku-buku milikku. Sedari tadi hanya aku yang masih setia duduk dikursiku. Ku putuskan untuk pulang sekarang.
Aku berjalan keluar kelas, menyusuri koridor. Hawa dingin menusuk tubuhku secara tiba-tiba dari arah depan.
Aku terdiam,terasa berat napas ku tarik. Wanita bergaun putih menatapku di ujung koridor. Karna takut, aku pun berbalik arah dan berlari sesekali menengok ke belakang.
Brruuukkgh... aku menabrak tubuh seseorang. Buku dan lembaran-lembaran kertas, jatuh berhamburan. Aku langsung duduk memungut kertas-kertasku disusul seseorang itu, yang tak lain adalah.
"Sayang, kamu kenapa?Kok lari-lari gini?"tanya V sambil membantuku memungut kertas.
"Umm, gak papa sayang, aku hanya buru-buru" ucapku mantap, sesekali melihat mata jeli nya.
"Aku akan mengantarmu", mengambil kertas terakhir.
"Baiklah, tapi jangan lewat sini, kita lewat jalan lain aja", pintaku sambil berdiri merapikan kertas ditangan kiri ku.
"Kenapa? Ini kan langsung ke parkiran, Kalau lewat jalan lain muter lagi", jawabnya keheranan.
"Eh, anu...."ucapku kebingungan.
Kring.... suara ponsel dari saku ku. Aku langsung meraba-mengambil ponselku Dan mengangkat panggilan masuk.
"Halo kak, kakak sedang apa?"ucap adikku ditelepon.
"Iya dek, kakak lagi di jalan mau pulang", jawabku, sambil menggandeng tangan V untuk berjalan melewati koridor lain.
"Sama siapa?kakak jangan lupa makan ya", ucap adikku.
"Sama kak V, iya pulang ini kakak makan", jawabku tersenyum melihat V disampingku ykykykyk.
"Cieee,cieee, ya udah kak, takut ganggu, kakak hati-hati yah" ,ucapnya mengejek.
"Apaan sih de, iya kakak hati-hati ya udah ya, by adek" ucapku sambil mematikan teleponnya.
***
Sampai digerbang, aku berpisah dengan V. kost-an V bertolak belakang dengan kost ku, tepatnya bertetangga. Aku berjalan melewati lorong,karna kamarku paling pojok. Aku tidak takut, karna cewe-cewe cantik penghuni kost yang baru pulang kerja sedang melepaskan penatnya,duduk didepan pintu bersenda gurau dengan teman lainnya, membuat lorong kost tidak sepi.
Cewe-cewe ini menyapaku dengan hangat.
Sasampainnya di pintu kostku tidak terkunci. Mungkin temanku dudah balik. Ya! aku disini bersama sahabatku.
Seperti yang sudah dibilang, sampai di kost saya akan makan-
Baca Part 3 disini
Pengarang Cerita : Anhy Agustin
Facebook :

0 Response to "Dramarama | Part 2 | Mimpi"
Post a Comment