Dramarama | Part 3
Cewe-cewe ini menyapaku dengan hangat.
Sesampainya di pintu kostku tidak terkunci. Mungkin temanku udah balik. Ya! Aku disini bersama sahabatku. Yuli namannya.
"Kreeeeeket, assalamualaikum", ucapku sambil mendorong pintu dan masuk.
"Walaikumsalam",jawab Yuli yang sedang duduk di lantai sambil makan mie instant semangkok di tangannya.
"Hweh, ratu salju udah balik rupanya, sampai sini jam berapa?"tanyaku dengan bercanda.
"Aku gak dibuatin nih?"rayuku, sambil menutup pintu,menaruh berkasku dimeja dan berjalan menghampirinya.
"Jam 3 tadi, udah aku buatin noh di dapur",jawabnya menunjuk ke arah dapur.
"Owh, serius, makasih yah",ucapku sambil berjalan menuju dapur.
"Aku tau, pasti kamu juga laper",ucapnya sembari menggulung mie dengan sumpitnya.
"Hehehe, makasih loh ya, kamu tau aja hehehe", ucapku dari dapur, aku membawa semangkok mie menghampiri sahabatku.
Sambil makan, kami juga bercerita sedikit. Yah layaknya anak kost-kost an, jauh dari keluarga, siapa lagi kalau bukan teman satu kost an yang diajak bercanda. Usai makan, aku pergi untuk membersihkan diri, sedangkan Yuli mencuci mangkok tadi.
Jam menunjukkan 19.56, aku masih asik bercerita dengan Yuli. Namun tak bertahan lama, lagi-lagi aku di tinggal tidur olehnya. Sudah tak kaget lagi. Aku berjalan ke meja belajarku dan duduk dikursi. Mengecek satu persatu lembaran kertas tugasku.
Aku mengerjakan beberapa lembar tugasku, lumayan banyak. Lampu pijarku masih setia menerangi tinta pulpen yang asik menari-nari diatas kertas putih.
Waktu menunjukkan 23.59,lembaran demi lembaran sudah penuh tulisan tanganku. Tapi kantuk belum juga menyerang. Aku beristirahat untuk meregangkan jemari dan tubuhku.
"Huft, akhirnya, selesai juga!", ucapku sambil membunyikan bagian tulang yang tegang di jemari dan leher.
Aku mengambil buku merah milikku dan membukanya. Aku melanjutkan ceritaku yang belum di beri judul ini. Ku ambil bolpoint dan kuselipkan di sela-sela jemariku.
'Aku menutup ponselku dan berpamitan dengan Appa-eomma. Aku langsung berlari kecil keluar rumah. Pak Reno supir Appa sudah stand by di dalam mobil. Aku langsung masuk kedalam mobil.
Perasaanku sudah tak sabar,gugup itu pasti. Aku terus meremas jemariku. Beberapa menit lamanya aku sampai di taman. Sepi. Aku turun Dari mobil di ikuti pak Reno. Aku Berjalan melewati karpet Merah persegi Panjang menjalar ke sebuah tenda, berhias tirai putih melilite di setiap tiang dengan atas membentuk kerucut.
Ku lihat Krish dengan kemeja putih, menyambut tanganku dengan hangat. Mengantarkanku ke tempat duduk. Sedangkan pak Reno berdiri di depan tiang.
"Selamat malam putri", ucapnya sambil menggenggam tanganku.
"I-iya malam kembali",balasku canggung.
"Aku kira, kamu gak akan datang", ucap Krish sembari duduk di seberangku.
"A-aku p-pasti datang", balasku gugup, menyembunyikan remain jemariku dibawah meja.
"Ow, ok, kenapa kamu gugup?",tanyanya berdiri ditempatnya dan mendekatkan wajahnya kepadaku.
"Eh,umm ah tidak-tidak a-ku t-tidak gugup. K-kau tau",ucapku gagal menyembunyikan kegugupanku. Hatiku bagai dilanda tsunami. Perasaan seakan menjebrak seluruh sesuatu yang menghalanginya.
"Kau sangat lucu, cara bicaramu saja sudah seperti itu", kembali duduk, terus menatapku.
"Aku tidak berbohong",ucapku pelan, dia tidak tau bagaimana rasanya menghentikan gempuran hebat di dalam dadaku.
Aku terus menatap mata jeli nya. Kharisma miliknya sangat terlihat malam itu. Tak ada bosan aku memandangnya. Tangan indahnya sedang sibuk menyilirkan minuman ke bibir gelas, air menguasai setengah ruang gelas.
"Kenapa kau menatapku seperti itu?",tanyanya menaikkan satu alisnya.
"Eh? Aku tidak menatapmu",ucapku mengalihkan pandangan. Ya tuhan, kenapa dia bisa semanis itu, tolong aku tuhan, dalam batin.
"Aku ingin berbicara serius", tukasnya menyembulkan senyum khasnya yang bisa membuat kaum hawa meleleh bagai lilin dibakar.
"Ma-mau bicara apa?",
(Angelina, 19 Agustus 2018)
Kuselipkan bolpoint diantara lembar kertas dan menutupnya. Ku matikan lampu pijar, melangkah ke arah ranjangku, duduk di bibir kasurku. Aku meminum obat tidur Dan berbaring.
Kling... Suara WhatsApp dari ponselku. Ku rain ponsel diatas meja,dekat air minumku. Ku buka WhatsApp tertulis pesan dari nomor tak dikenal.
[Selesaikan ceritamu, aku menunggunya] pesannya.
Lanjutannya COMING SOON!
Pengarang Cerita : Anhy Agustin
Facebook :

0 Response to "Dramarama | Part 3"
Post a Comment