-->

Dramarama | Part 1


'Aku membuka kado dari Krish. Gaun berwarna putih terlipat rapi didalam kotak. Aku mengambil gaun itu dan memakainya. Senang, bahagia bercampur jadi satu, saat kubaca surat dibawah gaun itu.

"Datanglah ke taman malam ini, dengan gaun ini, aku ingin berbicara sesuatu padamu", itulah yang tertulis dikertas tebal berbentuk love.

Aku merebahkan tubuhku diatas kasur empukku. Membaca surat itu berulang kali. Aku tidak percaya bahwa Krish mengajakku berkencan . Aku sungguh tidak sabar menunggu malam tiba. Kupeluk erat bantal guling disebelahku membayangkan jika Krish yang kupeluk.

Langit sudah menggelap, hatiku sudah tak sabar. Aku sudah membersihkan diri.
Aku duduk di meja riasku. Mempercantik wajahku, rambutku tak lupa dengan wewangian. Semua telah kusiapkan, terutama diriku.

Tok.. tok.. tok.. Suara pintu kamarku yang diketuk.

"Iya sebentar!"ucapku sambil membereskan make up ku dan mengambil tas hitamku, berjalan menuju pintu.

Kreeet.. pintu ku buka.

"Ada apa bi?"ucapku ke bi Rinah yang berdiri didepan pintu ku.

"Wah! Non Lala, cantik banget, mau kemana non?" Tanyanya dengan mata membelalak dari ujung kakiku sampai ujung rambutku yang di urai.

"Umm, ada deh", jawabku memincingkan mata dan menampakan senyum manis khasku dihiasi gingsul.

"Oh, Non Lala udah ditunggu sama tuan dimeja makan",ucapnya dengan tersenyum hangat.

"Iya bibi duluan aja, Lala akan turun" tersenyum keluar dari kamar dan menutup pintu.

Bibi berlari kecil mendahuluiku. Aku membawa tas kecil berwarna hitam di telapak tanganku.

Tklik.. tklik.. tklik.. sepatu tinggiku membuat suara saat aku menuruni anak tangga. Dengan hati-hati aku berjalan turun. Appa (ayah) dan eomma (bunda) yang sedang duduk di meja makan dan sibuk berbincang langsung melihatku.

"Wow! Anak appa mau kemana?tumben secantik ini"Tanya appa tersenyum.

"Appa! Apa biasanya aku terlihat jelek?" Cemberutku,sampai di tempat duduk ku.

"Tidak sayang, kamu tetap cantik, apalagi dengan gaun ini", ucap Eomma tersenyum kearahku.

"Aku memang cantik Eomma, buktinya aku diajak berkencan", jawab Lala dengan senyum menyombongkan gingsul yang Lala miliki.

"Kamu mau berkencan dengan siapa? Appa harus mengenal dia", Tanya Appa dengan menaikan satu alisnya.

"Ayah mengenalnya", jawabku dengan menaikan Alis khas Appa.

"Siapa namanya, sayang?"Tanya Eomma menampakan gingsul yang juga aku miliki.

"Krish", menjawab dengan tersenyum geli.

"Oh,nak Krish, dia sangat tampan"ucap Eomma memuji.

"Appa,eomma boleh aku pergi malam ini?" Ucapku memohon.

"Tidak." Jawab Appa singkat, padat, dan jelas.

"Tapi Appa, kenapa?"tanyaku sedikit kesal.

"Asal pak Reno yang menemani kamu,
Appa tidak mau sampai kamu kenapa-kenapa" ucap Appa tersenyum.

"Ha? Ok, tidak masalah" jawabku tersenyum, kupikir itu bukan masalah besar dalam batinku.
Kling...... suara dering ponselku. Pesan masuk. Krish.

[Aku sudah diperjalanan] singkat.

[Kuharap kau benar-benar datang] timpalnya.

[Cepatlah berangkat, aku menunggu mu] timpalnya lagi.

Aku menutup ponselku, dan berpamitan dengan Appa-eomma. Aku langsung berlari kecil keluar dari rumah. Pak Reno supir appa sudah stand by di dalam mobil. Aku langsung masuk kedalam mobil. '

(Angelina, 18 Agustus 2018)

"Huh lelah juga menulis cerita ini"ucapku menutup buku merah bersama bolpoint milikku.

Ku lihat jam di dinding menunjukan 24.59,dan aku belum tidur juga. Sungguh insomnia ku sangat menganggu. Padahal besok aku harus berangkat pagi bertemu dengan guru super killer.

"Aku akan mencoba tidur", ucapku. Mematikan lampu dan naik ke ranjang bersama ponsel di tangan.

Drrreeett... ponselku bergetar. Kulihat ada WhatsApp dari adikku.

[Kak Angel,belum tidur?] Pesannya.

[Oh ya kak,tiga hari lagi aku mau ke kost-an kakak] timpalnya dengan emotion bahagia.

[Ok, baiklah, kakak tunggu,sekarang tidurlah ini sudah malam] jawabku juga emotion tersenyum.

[Selamat malam kak, jangan lupa minum Obat tidurnya. Aku baru saja meminumnya ] jawabnya dengan emotion kiss.

Ku biarkan itu terlihat centang dua biru di ponselnya. Aku mematikan data ponselku. Aku menarik laci, mengambil sebutir obat dan menelannya bersama air yang ku minum. Aku-mencoba tidur.

Ku tutup mataku dan ku lelapkan pikiranku. Perlahan, obat berjalan dengan baik. Aku bisa bermimpi malam ini.

Baca Part 2 disini

Pengarang Cerita : Anhy Agustin
Facebook : 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Dramarama | Part 1"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

;