-->

Nekat Berujung Sesat | Part 4


"Rara" gadis berusia 7 tahun memanggil ku

"Kenapa del?"

"Jalan jalan yukk mumpung lagi liburan"rengek nya

"Emm boleh emang kemana,sama siapa,berapa orang?"beribu pertanyaan muncul karena senang

"Bentar" delya berlari menggambil senter di menja ruang tengah ku.

"Kita akan jalan-jalan ke hutan horor di pinggir danau khikhikhi" sambil membuat suara tawa yang dibuat menyeramkan.

"Ihh apa sih del" keluh ku

"Owh iyh nanti yang diajak sabina,rama,radit,alvin" ya kita memang sudah jadi teman sejak Sd.

"Ehh emang kamu gak takut apa?"

"Enggak donk"

"Wihh keren" puji ku kepada delya

"Emang kamu takut" kaget nya memajukan wajah nya sambil senter yang menyoroti kewajah nya.

"Uwa...yaa..aa engak sih" ucap ku kaget.

"Yee gitu ajah kaget berarti kamu takut" sambil menunjukan mata sinis nya

"Enggak kata siapa" bantah ku

"Kata nya disana ada pembunuh berantai loh dan mayat korbannya juga dimutilasi dan dibuang ke hutan itu loh" delya bercerita sambil menyorotkan senter kewajah nya.

"Emang ga bahaya yah?"

"Ya enggak lah itu cuma mitos"menekan kalimat nya

" eh tapi.."

"Udah jangan banyak ngeles kalau takut ga usah ikut" remeh nya

"Enggak aku gak takut ayo ajah kapan nih aku kabarin temen temen nih"nekat ku

"Nanti malam" ucap delya sepontan

"Oke" sombongku

Setelah melalui perdebatan panjang dengan semua teman kita putus kan untuk tetap pergi kehutan itu.

Siang menjelang sore,kita sudah berkumpul di gubuk yang kita buat bersama sama.mengecek segala kelengkapan,nasihat Radit kepada kita untuk menjaga satu sama lain,yak radit 1 tahun lebih tua dari pada kita maka nya bisa bijaksana.

"Gila kita kayak mau pergi selama nya ajah diceramahin panjang lebar gini" bisik delya

"Shut ga boleh gitu kamu del,itu juga demi kepentingan bersama" bisik ku kembali.

Malam pun tiba kita bergegas menuju hutan itu dengan berjalan kaki.

"Yakin nih penampakan luar nya ajah udah serem banget"rama yang terlihat sangat ragu memcoba kembali meyakinkan semua teman nya.

"Payah kalian gini ajah takut" ucap delya meremehkan.

"Tapi kan del ini juga bahaya banyak jurang di hutan" bantah bina sambil memengang tangan delya.

"Apaan sih bin udah lah maju ajah biar jadi pengalamanan"

"Yaudah kita baca doa dulu" ucap radit

Setelah membaca doa kita pun menyalakan senter dan melaju menyusuri hutan banyak suara suara binatang buas yang membuat nyali kita ciut tapi berkat ke nekatan kita kita terus melaju tak tentu arah,sampai-sampai kita tidak sadar bahwa delya hilang entah kemana.

"Ehh temen temen delya kemana?" tanyaku binggung

"Lah iyak kemana nih bocah" ucap rama

"Shutt diam dulu" ucap radit memelan kan suara nya.

Terdengar suara tangisan,tangisan itu berasal dari belakang pohon beringin,suara tangisan itu tak lain dan tak bukan berasal dari delya.

"Delya!" seru ku

Delya pun menenggok namun aneh wajah nya pucat,pupil mata nya mengecil,wajah nya berekpresi aneh menyeramkan.Dan dia memengang pisau ditangannya entah dari mana dia mendapat pisau itu yang pasti pisau itu berkarat,arti nya pisau itu sudah lama tidak digunakan.

Tiba-tiba delya berlari kearah kami sambil menghunuskan pisau nya.

"Lari!!" seru rama

Kita pun ber lari tak tentu arah
Dan akhirnya berpencar satu sama lain.aku yang tak tau harus kemana hanya bisa menangis

"Kenapa aku ikut kesini sih,dan terlibat semua ini aku memang bodoh yah" runtuk ku dalam hati.

"Ahhh" tiba-tiba delya berada dibelakangku dengan pisau masih menempel ditangan nya.aku me mundurkan badan ku dari delya.

Tapi saat aku melangkah mundur aku terjatuh saat menginjak batu yang entah datang dari mana.

"Batu sialan"

Tanpa aku sadari delya akan menancap kan pisau pada ku tapi entah mengapa tangan ini bergerak sendiri memutar balikan pisau ke arah delya.

Pisau mengenai jantung delya,darah mengalir deras mengenai muka ku.setelah itu delya sadar dan langsung mendorong ku kebelakang sampai kepalaku ter bentur dengan sangat keras,pusing,sakit.

"Kamu jahat ra" suara samar samar sebelum aku akhir nya pingsan dan hilang ingatan.yang aku ingat hanya delya pindah keluar kota dan tidak pernah kembali.

Sejak saat itu aku terus bermimpi buruk sampai mama membawa ku ke dokter wily.tapi kenapa saat ini aku kembali dihantui?.

~~~~

"Delya maaf del maaf"

"Ra bangun ra bangun" usaha bina membangunkan ku sia sia karena aku terus bengin akhir nya bina menampar ku.

"Huft.. Aku membunuh bin aku membunuh" tangis ku pecah pada saat itu juga bina memeluku.

"Owh jadi kamu udah ingat yah ra?" ucap rama

"Udah lah ra jangan nyalahin diri kamu sendiri,ini udah jadi taqdir" ucap radit menenangkan ku

Saat semuanya kembali normal aku melihat sosok perempuan bukan itu delya...

Baca Part 5 disini

Pengarang Cerita : Hasna Tri Arfiyanti
Facebook : Hasna Tri Arfiyanti

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Nekat Berujung Sesat | Part 4"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

;