-->

Hantu? | Part 3


Aku masuk ke rumah dan langsung menghampiri ayah yang berdiri dengan menatap tajam kearahku. Aku berusaha menahan air mataku agar tidak keluar.

"Dari mana saja kamu, Ahra?" Tanya ayah dengan lantangnya saat Aku tepat di hadapannya.
"Dari toko nenek." Jawabku jujur.
Aku tak berani menatap mata emosi ayah.
"Jangan bohong kamu, lalu siapa laki-laki itu?" Ayah semakin berteriak padaku.

"Dia Rizal, temanku."Jawabku sambil berusaha menahan air mata.
"Temanmu? Mana ada teman yang mengajarimu untuk berbohong?" Sangkal ayah yang entah kenapa membuatku jengkel.
Aku menguatkan diriku untuk menatap matanya, "berbohong? Siapa yang berbohong?" Tanyaku lirih.

Aku menatap tak percaya pada ayah. Selama ini dia selalu tak percaya padaku, apapun alasanku. Meski sudah ada bukti kalau Aku tidak berbohong, ayah tetap tak percaya.

Bahkan dari tadi ibu hanya duduk diam tanpa melakukan apapun. Dia hanya menatap kami dengan tatapan yang seolah-olah ia kecewa padaku. Kenapa? Apa yang membuat ia kecewa?

"Ahra capek. Ahra ingin istirahat." ucapku sambil beranjak pergi.
"Siapa yang menyuruhmu?" Ayah langsung mencekal tanganku dan menarik paksa agar Aku berbalik ke arahnya, "jangan kurang ajar, Ahra!"

Apa lagi? Apa salahku? "Kenapa?" Lirihku dan sekarang tak kuasa menahan air mataku lagi,"apa salah Ahra?"
"Salahmu karena kamu ada di sini." Jelasnya yang tentu membuatku sakit.
"Mas," sanggah ibu yang dari tadi diam. Ibu menghampiri kami dan terlihat berusaha untuk mencegah ayah mengatakan sesuatu.
"Apa? Kenapa?"
"Ahra, masuk kamarmu." Titah ibu. Tapi tanganku masih dicekal oleh ayah.
"Biar bu, biar dia tahu."

Ibu terlihat panik dengan wajah pucatnya, entah apa yang mereka sembunyikan dariku. Tapi, kata-kata ayah selanjutnya membuatku paham semuanya.
"Kamu bukan anak kami." Jelas ayah tanpa beban sedikitpun.

Aku hanya menatap kosong mata ayah, lalu saat melihat ibu dia hanya memalingkan wajahnya. Kenapa? Tak ada sedikitpun beban ayah mengatakan semua.
"Ahra mengerti." ucapku lirih sambil melepaskan tanganku dari cekalan ayah.

Aku menatap ayah beberapa saat, tak ada tatapan kasih sayang yang selalu ia perlihatkan. Atau itu hanya pura-pura? Entah. Aku beranjak pergi ke kamarku, saat melewati tangga dapat kulihat kaki Nida yang berdiri tak jauh dariku karena Aku berusaha menutup air mataku dengan menunduk.

Jika ada bintang jatuh dan mitos itu benar, satu yang kuminta. Aku ingin mati dan hidup dengan tenang. Hanya itu.

Lanjutannya COMING SOON!

Pengarang Cerita : Khairani

Facebook : Khairani

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Hantu? | Part 3"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

;