Gadis Desa | Hutan Rimba | Part 8 | 1 Badan 2 Jiwa(Laura Dan Selina)
Matahari yang kembali menerangi bumi membuat Laura terbangun dari tidurnya, ia terbangun tepat di pinggir sungai yang cukup deras. Ia pun memcoba bengkit dan berdiri, "Apa yang terjadi?" ucapnya.
"Kau beruntung masih bisa hidup," ucap seorang wanita.
"Siapa kau?" tanya Laura sambil melihat-lihat sekitarnya namun tidak ada siapa-siapa.
"Aku yang telah menyelamatkan nyawamu dari percobaan dokter sialan itu,"
"Percobaan?"
"Ya percobaan dimana tubuhmu ditanamkan sebuah parasit, untunya waktu itu kau masih dalam keadaan mati suri,"
"Mati suri?, apa maksudmu?"
"Kau mati bukan kerera terbakar tapi kerena terlalu banyak menghirup asap waktu kebarakan itu,"
"Siapa kau sebenarnya dan kenapa kau tidak menunjukkan dirimu?"
"Nama ku Selina, dan aku ada didalam tubuh mu,"
"Didalam tubuh ku apa maksudnya ini?"
"Coba bercermin dengan air sungia itu,"
Laura pun berjalan dan bercermin dengan air sungai itu dan ia pun langsung kaget saat melihat tubuhnya yang berubah menjadi seperti monster bermata putih dan bertangan empat lengkap dengan kuku-kuku yang panjang ditangannya.
"Hah apa yang ..."
"Aku adalah kau dan kau adalah aku sekarang,"
"Kenapa,"
"Kalo aku keluar dari tubuhmu kau tidak akan punya tenaga untuk bertahan hidup, bahkan untuk berjalan pun kau akan kesulitan,"
"Lalu kenapa kau memilih untuk menolong ku?"
"Aku memilihmu karena hanya tubuhmu saja yang cocok dengan ku,"
"Gak ini gak mungkin nyata,"
"Ini adalah kenyataannya hadapi sajalah Laura,"
"Gak ini gak ..." belum sempat Laura menyelesaikan ucapannya tiba-tiba saja muncul sekelompok orang dengan senapan tombak dan langsung menodongnya.
Laura yang telah terkepung tidak bisa lari kemana-mana, Selina pun kembali berbicara dalam tubuh Laura.
"Apa kau mau mati begitu saja, apa kau tidak mau menyelamatkan 2 anak kecil yang malam tadi terkangkap Laura,"
"Pinjamkan aku setengah kekuatan mu Selina," pinta Laura yang mulai mau menerima kenyataan bahwa ia sekarang adalah manusia setengah moster, dan tidak lama setelah ia berucap seperti itu kuku-kuku ditangannya kembali memanjang, "Aku tidak akan mati sebelum aku menyelamatkan mereka berdua," dan tiba-tiba saja ia pun langsung menghilang dan tiba-tiba saja muncul dibelakang orang-orang itu dan ia mulai membantai mereka satu persatu dengan cakarnya itu.
Setelah selesai membantai mereka semua Laura pun memutuskan untuk pergi meninggalkan tempat itu. Sampai akhirnya ia menemukkan sebuah goa didekat sungai itu,ia pun memutuskan untuk mesuk dan memeriksa goa itu, setelah selesai memerika goa itu ia pun memutuskan untuk beristirahat sebentar didalam goa itu sambil berusaha membuang rasa bersalahnya kerena telah membunuh orang-orang itu tadi.
"Apa kau tau jalan untuk kembali menuju rumah tempat eksperiman itu Selina,"
"Aku tidak tau tapi aku bisa melacaknya untuk mu Laura,"
"Begitu ya, oya Selina,"
"Ada apa?"
"Kenapa kau mau membantu ku,"
"Membantu?"
"Iya membantu, aku tadi bertanya apa kau tau jalan kembali ke rumah eksperiman itu dan tidak tapi kau bisa melacaknya untuk ku, kenapa kau mau membantu?"
"Karena aku membenci si Marselu,"
"Marselu, oh orang yang berpakaian seperti dokter itu ya,"
"Iya aku sangat membenci orang itu,"
"Kenapa kau membencinya?"
"Nanti kau juga tau kenapa aku membenci orang itu,"
"Baiklah terserah kau saja"
Laura pun memutuskan untuk beristirahat sambil menyusun rencana untuk menyelamatkan 2 anak kecil itu bersama Selina didalam goa itu.
Sementara itu ditempat lain Roben dan Eveline yang berhasil ditengkap malam tadi kembali mendapat siksaan untuk membuat agar adrenalin mereka semakin tinggi sehingga membuat parasit yang ada ditubuh mereka lebih cepat tumbuh dan berkembang agar bisa lebih cepat mereka dicuci otaknya.
Mereka berdua mendapat siksaan berupa disetrum listrik bertegangan tinggi beberapa kali, direndam dalam air es selama beberapa jam, dipukul dan tendang beberapa kali dan lain-lainnya. Dokter yang melihat kejadian itu hanya tersenyum sinis kepada kedua anak kecil itu dibalas dengan tatapan yang sinis juga dari kedua anak kecil itu seakan ingin sekali membalas perbuatan jahat dokter itu kepada mereka berdua.
Baca Part 9 disini
Pengarang Cerita : Altaïr Ibn La-Ahad
Facebook : Altaïr Ibn La-Ahad

0 Response to "Gadis Desa | Hutan Rimba | Part 8 | 1 Badan 2 Jiwa(Laura Dan Selina)"
Post a Comment