-->

Gadis Desa | Hutan Rimba | Part 10 | Terpisah


WARNING, sekali lagi gw ingetin nih ya kalo part ini tuh adalah part yang langsung ke cerita saat mereka terpisah distory HutanRimba gw, so jangan bingung kalo part yang ini gak nyambung sama part sebelumnya karena memang cerita asli dari part sebelum gw skip karna sudah ada distory HutanRimba gw.

Diantara bangkai-bangkai para Hauted yang telah berhamburan karena serangan itu terlihat ada seorang wanita berbaju merah tengah terbaring, "Laura ayo bangun," ucap Selina dari dalam tubuh Laura, tidak lama kemudian ia pun tersadar dan berusaha berdiri sambil memegang kepalanya yang agak sakit.
"Eeehhh ... , Apa yang terjadi,"

"Kita semua terlempar oleh makhluk ciptaan dokter itu,"

"Dimana kita sekarang dan dimana yang lain?"

"Aku tidak tau, aku pun juga sempat tidak sadar tadi,"

"Apa kau bisa melacak dimana yang lain?"

"Aku tidak bisa,"

"Kenapa?"

"Karena saat makhluk itu menghembuskan angin dan mengguncang tanah waktu itu ia juga sempat menembakkan sebuah duri yang berisi racun penghilang kekuatan kepada kita,"

"Jadi maksudmu kita tidak bisa melawan mereka lagi?"

"Masih bisa, racun itu hanya membuat separuh kemampuan untuk menghilang dan melacak ku melemah, tapi kalo untuk bertarung aku masih mampu walau pun tidak bisa lama-lama,"

"Jadi begitu ya,"

"Jadi apa rencana kita sekarang?"

"Kita mesti mencari yang lain,"

"Memangnya kau tau mereka ada dimana sekarang?"

"Tidak sih, tapi kita akan mencoba sedikit berjalan-jalan sambil mencari makanan, oya ngomong-ngomong perasaan aku belum pernah melihat kamu makan apa kamu gak lapar?"

"Makanan kita gak sama Laura,"

"Memangnya kamu makan apaan?"

"Aku makan daging,"

"Berarti kita masih sama donk,"

"Beda lah, aku gak bisa makan daging yang udah dimasak sedangkan kamu gak bisa makan daging kalo gak dimasak,"

"Oh jadi begitu, yasudah kalo begitu lebih baik kita langsung saja mencari sesuatu untuk dimakan, tapi sebelum itu," Laura menunduk sedikit dan mengambil Pistol pemberian Lisna yang ada ditanah, "Mungkin akan lebih baik kalo kita membawa sesuatu untuk berjaga-jaga,"

"Baikla terserah kau saja," mereka pun sedikit mengecek mayat-mayat para hauted itu untuk mengambil senjata yang sekiranya masih bisa dipakai.

Setelah selesai memilah senjata mereka pun pergi untuk mencari sesuatu untuk dimakan sekaligus mencari yang lain. Ternyata tidak jauh dari tempat mereka terbangun mereka menemukkan sebuah aliran sungai, mereka pun menyempatkan diri untuk mampir untuk minum dan sedikit membersihkan kapak kecil, 2 buah pisau disungai itu.

Setelah semuanya selesai mereka kembali melanjutkan perjalanan. Setelah cukup jauh mereka berjalan mereka menemukkan sebuah rumah yang terlihat cukup tua, mereka pun memutuskan untuk mengecek rumah itu.

Namun sayang mereka tidak menemukkan sesuatu untuk dimakan kecuali sebuah senapan laras panjang bertipe riffle beserta dengan 3 kotak amunisinya yang masing-masing berisi 7 butir peluru. Laura pun memutuskan untuk mengambil senapan itu meskipun ia sendiri masih belum tau bagaimana menggunakan senapan riffle itu namun saat akan keluar mereka melihat hari sudah sore sehingga mereka memutuskan untuk berdiam dirumah itu sampai besok untuk menghindari bahaya dikegelapan malam dihutan ini.

Malam pun berselang, Laura yang sedari tadi hanya duduk bersandar didinding bangunan itu tiba-tiba mendengar suara seperti langkah kaki tapi bukan langkah kaki manusia, ia pun mencoba mengintip dari balik lobang yang ada didekatnya dan saat itu ia melihat seekor kijang sedang minum didekat sungai. Tanpa pikir panjang ia pun langsung meminta bantua Selina untuk menangkap kijang itu, dan Laura pun berubah menjadi Selina dan mulai berjalan mengendap-ngendap dan 'ceak, ceak ceak' Selina langsung menerkam kijang itu dengan cakarnya sampai tidak bisa bergerak lagi dan Selina pun kembali berubah menjadi Laura dan mulai memotong dan menguliti daging kijang itu.

Setelah semuanya beres termasuk mencuci daging kemudian membaginya menjadi 2 bagian ia pun langsung menyalakan api untuk membakar bagiannya lalu memakannya, setelah ia selesai barulah ia berubah lagi menjadi Selina dan memakan daging yang satunya tanpa dimasak dulu. Setelah selesai makan mereka pun memutuskan untuk kembali ke dalam rumah itu dan beristirahat.

Lanjutannya COMING SOON!

Pengarang Cerita : Altaïr Ibn La-Ahad
Facebook : Altaïr Ibn La-Ahad

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Gadis Desa | Hutan Rimba | Part 10 | Terpisah"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

;